Stres dianggap berperan atas terjadinya hipertensi dan penyakit jantung. Untungnya, pada tahun 1974, Dr. Herbert Benson dan koleganya dari Harvard Medical School dapat menemukan hubungan positif pada sekelompok orang yang mempraktikkan Transcendental Meditation. Namun secara general, meditasi, membayangkan (imagery), do'a dan latihan pernafasan jenis apa pun bisa dianggap dapat membantu proses penyembuhan penyakit jantung.Pola perubahan itu merupakan kondisi kebalikan dari respons akibat stres. Misalnya, menurunkan tekanan darah, kecepatan nafas, debar jantung, konsumsi oksigen, aliran darah ke otot kepala, intensitas keringat, dan ketegangan otot secara umum. Jurnal Hypertension pun menyebutkan, kemampuan relaksasi dalam menurunkan hipertensi sama baiknya dengan efek yang diberikan oleh obat.
Langkah pertama relaksasi adalah melakukan meditasi. Ada banyak variasi meditasi. Yang penting, lakukanlah di tempat yang tenang, di mana Anda dapat duduk diam, tanpa terganggu, dan dalam posisi nyaman selama 15-20 menit. Selanjutnya, hanya ada dua langkah.
Langkah pertama, fokuskan perhatian pada satu hal, yang membuat sadar tentang keberadaan Anda saat itu. Bisa dengan memfokuskan pada satu kata, bunyi, kalimat, atau do'a yang diucapkan teratur berulang kali. Bisa pula dengan memperhatikan dan merasakan setiap kali menarik atau membuang nafas.
Langkah kedua adalah jika pikiran Anda sempat berkelana ke mana-mana, memikirkan satu hal. Perlahan-lahan, tarik kembali pikiran ke fokus perhatian.
Pendekatan lain untuk relaksasi adalah dengan relaksasi progresif. Di sini tubuh yang merupakan jaringan dari sekelompok otot menjadi fokus perhatian. Anda dapat melakukannya dengan berbaring atau duduk. Mulailah dengan otot-otot kaki, fokuskan perhatian pada setiap otot selama sekitar satu menit atau dalam sepuluh hitungan, lalu berpindah ke otot berikutnya, makin lama makin ke atas.
Dari kaki ke paha, pantat, punggung belakang, perut, dada, bahu, lengan atas, lengan bawah dan tangan, kemudian leher, lalu akhirnya wajah dan kepala. Saat melakukan fokus tersebut, bayangkan Anda menarik nafas untuk otot bagian tersebut, lalu saat membuang nafas, Anda seakan menyingkirkan pula ketegangan di bagian itu.
Pendekatan lainnya adalah dengan membayangkan. Untuk ini Anda perlu membayangkan bahwa perubahan yang diinginkan benar-benar terjadi. Misalnya membayangkan otot yang kencang sebagai balok es, sehingga pada saat Anda menghembuskan nafas hangat di daerah tersebut, balok es itu perlahan-lahan meleleh. Demikian pula dengan ketegangan di bagian tersebut, menjadi lebih santai, lentur, dan hangat. Saat itulah nutrisi dapat diserap, sedangkan za-zat yang tidak diperlukan -seperti lemak dan plak- disingkirkan dan dibuang dari tubuh.
Proses penyembuhan semacam ini tidak berlangsung instan. Hasil terbaik hanya didapat bila Anda melakukannya dengan setia dan teratur. Tertarik untuk mencoba?
/image:prestoncottrell.wordpress.com/