27 Juni, 2009

Setelah Bayi Anda Lahir


Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia Mengucapkan: Selamat atas kelahiran bayi Anda! Beberapa ibu merasa sangat senang, tetapi sebagian lain tidak. Setelah melahirkan, cukup banyak ibu merasa tertekan, tidak bergairah, bingung, sedih, kecewa, cemas dan perasaan negatif lainnya - tanpa ada alasan yang jelas. Seorang ahli mengatakan bahwa perasaan tertekan ini sering terjadi pada ibu yang baru melahirkan.


Ada dua jenis sindrom pasca melahirkan: baby blue syndrome dan postpartum depression syndrome. Sindrom baby blue lebih ringan dan biasanya terjadi kurang dari satu minggu. Postpartum sindrom lebih berat dan dapat terjadi lebih dari 2 minggu atau bahkan berlangsung terus sampai beberapa bulan.

Sindrom pasca melahirkan tidak memiliki batas waktu kapan akan mengenai seorang ibu dan dapat terjadi pada setiap kelahiran bayi. Setiap perempuan dapat mengalami sindrom ini, walaupun Anda adalah seorang dokter, psikiater, profesor dll. Hal ini tidak ada hubungannya dengan rasionalitas seorang wanita.

Penyebab sindrom paling dominan adalah perubahan hormonal pada tubuh ibu. Perubahan fisik, kelelahan setelah melahirkan dan keraguan dalam menghadapi hal-hal baru bisa memperburuk kondisi seorang ibu. Anda mungkin masih ingat kepada aktris Amerika Serikat Brooke Shields yang pernah mengalami postpartum syndrome. Ia merasa sangat tertekan, sakit dan tidak dapat memenuhi kebutuhan bayinya hingga harus berkonsultasi dengan dokter dan ahli psikologi.

Sindrom ini bisa membuat seorang ibu merasa tidak tertarik atau sebaliknya sangat tertarik kepada bayi; terlalu khawatir atau terlalu memperhatikan; terlalu takut untuk menyakiti diri sendiri dan bayinya, tidak bisa tidur atau bahkan malah banyak tidur.

Untuk mengatasi sindrom Anda, berikut adalah tips yang dapat diterapkan setelah Anda melahirkan:

Jangan terlalu tegang dan stres, Anda harus mengambil waktu untuk bersantai. Harus cukup istirahat terlebih dahulu untuk memulihkan tenaga Anda.

Berbagi tugas rumah dan merawat bayi Anda dengan anggota keluarga lainnya

Batasi tamu yang datang jika Anda merasa tidak nyaman dengan terlalu banyak orang di rumah Anda

Lakukan kegiatan yang menyenangkan seperti mendengarkan musik, membaca buku, menonton film

Berkomunikasi secara terbuka dengan anggota keluarga lainnya, khususnya dengan suami. Jangan ragu-ragu untuk menjelaskan perasaan Anda kepada orang lain. Suami dan anggota keluarga lainnya harus mengetahui informasi tentang sindrom ini sebelumnya sehingga mereka dapat memberikan dukungan terbaik.

Konsultasikan kondisi Anda dengan seorang ahli jika kondisi Anda semakin memburuk.

0 komentar:

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP