10 Juli, 2009

ANAK SUSAH MAKAN

Karena putus asa menghadapi si anak yang susah makan, terkadang orang tua menjadi kesal. Sikap seperti ini bisa benar juga bisa salah. Apalagi kalau penyebab susah makan si anak menyangkut sistem metabolisme. Terkadang si anak menutup mulutnya ketika melihat nasi, atau malah muntah ketika di paksa makan. Setiap hari yang di inginkan selalu susu dan buah, hal ini sering di keluhkan orang tua. Setelah dibawa ke dokter dan diberi obat pembangkit nafsu makan masalah ini teratasi. Bahkan si anak tumbuh monthok karena doyan makan, masalahnya, begitu obat habis si anak kembali susah makan.

Orang tua sering di buat cemas oleh anak karena susah makan. Celakanya, ada yang hilang kesabarannya menghadapi hal ini sehingga putus asa “dah biar saja tidak makan, ntar juga kalau lapar minta makan sendiri”. Sikap seperti itu bisa benar, bisa juga salah. Selama si anak masih sehat dan aktif, sedang mengantuk, capai habis bermain, atau berolah raga si anak sehingga tidak mau makan, tidak menjadi soal. Tetapi kalau si anak sedang sakit, tubuhnya lesu atau pucat dan berat badan terus menurun, tentunya harus di cari jalan keluar agar si anak mau makan. Apabila menemui jalan buntu sebaiknya segera di bawa ke dokter. Apa lagi kalau si anak sering menderita diare atau penyakit infeksi sehingga makanan yang masuk kedalam tubuh berkurang. Akibatnya dapat menimbulkan kekurangan gizi.

Usia balita adalah usia yang rawan, karena pada masa-masa itu masukan gizi yang seimbang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Pada usia 3 tahun pertumbuhan sel otak anak berlangsung sangat cepat. Di usia 4-5 tahun pertumbuhan anak telah menjadi sempurna. Tidak seperti pertumbuhan fisik, ketidak sempurnaan pertumbuhan sel otak pada usia ini tidak bisa di kejar di kemudian hari. Dapat disimpulkan, dalam usia 3-5 tahun inilah yang di sebut dengan “Golden Years” merupakan masa-masa emas pada anak. Maka dari itu, memberikan makanan sehat dan gizi yang seimbang sudah mutlak harus diberikan kepada anak.
Dianjurkan, ketika anak mulai berusia 2 tahun makanannya disamakan dengan usia orang dewasa. Artinya, Variasi jenis makanannya mengandung sumber tenaga (karbohidrat), sumber zat pembangun hewani maupun nabati (protein), dan zat pengatur (vitamin dan mineral).

Penyebab anak susah makan bisa bermacam-macam. Pertama-tama menu yang disajikan untuk si anak menarik atau tidak. Warna, bau dan rasa makanan mempengaruhi nafsu makan anak. Biasanya warna makanan yang disukai anak pada usia 2-5 tahun adalah warna-warna seperti permen. Biasanya, menu makanan baru yang belum pernah di cicipi anak tidak akan menggugah selera makan anak. Selain itu, setres juga dapat menurunkan selera makan pada anak. Penyebab stres pun (pada anak usia sekolah) beragam, misalnya selalu di musuhi atau ditindas oleh teman di sekolah, guru di sekolahnya galak, kedatangan adik baru, orang tua serung bertengkar dsb. Kalau (susah makan) penyebabnya sudah menyangkut sistem metabolisme, tentu si anak perlu dibawa ke dokter. Misalnya,“secara genetis terjadi pemblokiran jalanya metabolisme akibat defisiensi enzim”. Kasus yang masih jarang terjadi ini, gejalanya antara lain sering kejang, muntah secara rutin, kadar gula dalam darah yang rendah, dan beberapa kasus terjadi cacat mental.

Yang tidak kalah serius
, apabila terjadi kelainan anatomi (pyloric stenosis) atau karena penyakit Hirschsprung. Kelainan ini sering membuat anak sering muntah. Adakalanya disertai dehidrasi atau kerasnya tinja. Karena sering muntah, tentu selera makan anak berkurang karena kekurangan ganglion saraf pada segmen bawah usus besar. Perutnya buncit dan buang air besar hanya beberapa hari atau seminggu sekali. Gangguan makan yang lebih umum biasanya berhubungan dengan sistem pencernaan. Anak yang sedang atau baru saja sembuh dari penyakit infeksi karena virus, bakteri atau cacing seringkali terganggu percernaannya. Namun setelah penyakit tersebut sembuh selera makannya pun kembali pulih.

Perut kembung karena terlalu banyak gas dalam lambung, sembelit (obstipasi), atau kurangnya asam lambung sehingga enzim pepsin tidak bekerja dengan baik, atau terlalu banyak asam lambung sehingga derajat keasaman lambung naik (pH optimum1,6–3,2) akan menurunkan nafsu makan seseorang. Kalau sudah menemukan penyebabnya, tentu penanganan pun lebih mudah dan tepat.

Penanganan: Jika hilangnya nafsu makan desebakan oleh kurangnya asam lambung, biasanya dokter memberikan Julapium. Obat ini bisa di beli di apotik atau toko obat, Julapium ini mengandung asam dan sirup. Ada Julapium Rubrum merah yang menggunakan sirup merah, ada pula Julapium Album yang tidak berwarna karena menggunkan gula pasir, atau Amarum yang rasanya pahit dan di minum sebelum makan. Ada pula Siproheptadin, yang sebenarnya berkhasiat untuk melawan alergi tetapi punya efek sampingan merangsang nafsu makan. Obat-obat lain yang mempunyai efek sampingan penambah nafsu makan, misalnya yang mengandung hormon kortikosteroid seperti Prednison, Deksametason serta turunan-turunan lainya. Karena obat tersebut termasuk obat keras, maka konsumsinya harus dengan pengawasan dokter.

Yang perlu diperhatikan, orang tua harus berhati-hati kalau memberikan obat penambah nafsu makan pada anak. Sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter, karena biasanya dokter akan memberikan obat setelah mengetahui penyebabnya. Kalau hanya sembelit atau perut kembung, si anak cukup diberi vitamin. Apalagi kalau si anak masih nampak sehat,tidak loyo atau pucat dan tetap aktif. Dalam hal ini vitamin membantu siklus metabolisme. Sebaiknya, kita lihat dulu komposisi makanan sehari-hari si anak, setelah itu baru di berikan vitamin yang yang di butuhkan sesuai dosis untuk melengkapi yang kurang. Biasanya, dokter cenderung memberikan vitamin atau obat yang mengandung zat besi penambah darah. Harus di ingat, tentunya vitamin tersebut juga diberikan dengan tidak berlebihan agar terhindar dari hipervitaminosis.

Kelebihan vitamin A bisa menyebabkan penekanan intrakranial otak meningkat, pembesaran hati dan limpa, pertumbuhan badan terganggu, kulit kering dan keriput, nyeri, atau mengalami kerapuhan pada tulang. Kelebihan vitamin D, mengakibatkan mual, diare, dan berat badan menurun. Kelebihan vitamin B6 dapat mengakibatkan saraf sensoris terganggu. Begitu pula kelebihan Mineral, bisa menimbulkan efek sampingan seperti bercak-bercak pada gigi (mineral florin), gusi kehitaman (Zat besi,Fe), gangguan jantung serta pengapuran ginjal (potasium), pembengkakan (sodium). Ada pula yang berpendapat, Anak yang susah makan tidak perlu dirisaukan sepanjang mental dan fisiknya tetap sehat. Kasih sayang, lingkungan yang sehat, variasi, rupa serta rasa makanan yang sedap akan membantu meningkatkan nafsu dan selera makan pada anak. Selain itu, buatlah suasana makan yang nyaman dan menyenangkan. Sebaiknya biarkan anak makan dengan kecepatanya sendiri, jangan terlalu diburu-buru, agar anak tetap merasa nyaman dan menikmati. Berikan porsi makanan sesuai dengan kemampuan anak. Sebagai orang tua hendaknya janganlah bereaksi terlalu berlebihan terhadap kebiasaan makan pada anak. Biarkan si anak mengenali rasa lapar yang sebenarnya. Setelah selesai baca artikel ini silahkan klik halaman Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia

1 komentar:

Jiwaraja Rabu, Agustus 19, 2009 10:50:00 PM  

Artikel yang bagus. Kebetulan saya punya Blog Pengengbanagn Jiwa. boleh saya posting kemabli utk di sana? trim atas kesediannya.

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP