30 Juni, 2009

Menjadi Ayah Teladan

Tidak hanya cukup dengan memberi hadiah Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia Ayah teladan sangat dibutuhkan kehadirannya di setiap keluarga. Para suami, maukah Anda menjadi ayah dengan cara meningkatkan peran Anda secara aktif di rumah Anda?

Artikel ini masih terkait dengan artikel sebelumnya mengenai sindrom pasca kelahiran. Dalam hal ini peran para suami menjadi sangat penting untuk membuat istrinya yang baru melahirkan merasa lebih nyaman. Seorang ayah sebaiknya lebih terlibat lagi dalam mengasuh bayinya. Pandangan masyarakat bahwa mengasuh bayi hanya tugas ibunya saja sudah mulai berubah sekarang. Mengasuh bayi adalah tugas ayah dan ibunya sebagai satu tim yang bekerja sama. Anda setuju?

Ahli psikologi anak mengatakan bahwa peran aktif seorang ayah dalam mengasuh bayinya yang baru lahir membawa dampak positif. Sentuhan langsung seorang ayah memberikan pengaruh secara psikis dan fisik kepada bayi; hal ini akan menciptakan ikatan batin yang kuat antara keduanya. Banyak yang bisa dilakukan seorang ayah dalam mengasuh bayi : menggendong, menyentuh, memijat, mengganti popok, memandikan, menidurkan bayi,dll.

Para Ahli menyarankan seorang ayah sebaiknya ikut mengasuh bayinya sesering mungkin. Saat ini adalah saat yang indah bagi seorang ayah, Anda sebaiknya mengalami dan menikmatinya, siapa tahu hal ini tidak terulang lagi!

Anda ingin menjadi ayah teladan? Berikut tip yang praktis untuk Anda :
Jika bayi Anda belum lahir, belajarlah dengan serius cara merawat bayi terlebih dahulu. Lebih baik jika Anda dan istri mengambil kursus singkat merawat bayi yang saat ini sudah mulai banyak diselenggarakan di rumah sakit. Dalam kursus ini Anda akan belajar berbagai aktifitas dalam merawat bayi seperti cara memandikan, menggendong, memijat, mengangkat bayi dari baby box, membersihkan bayi dari kotoran setelah buang air besar dan kecil serta menyiapkan makanan bergizi untuk istri Anda yang akan memberikan ASI nanti.

Jika Anda tidak punya waktu luang untuk mengambil kursus, Anda bisa cari informasi lebih banyak dengan membaca banyak buku terkait atau searching ke google. Cara lain : Anda bisa meminta tolong Ibu, Bibi, kakak perempuan Anda atau siapa saja yang Anda percaya untuk mengajari Anda cara merawat bayi.

Bayi Anda sudah lahir! Beri kesempatan istri Anda untuk beristirahat terlebih dahulu agar tenaganya pulih kembali, kondisi emosinya menjadi lebih stabil dan juga agar terhindar dari kelelahan merawat bayi. Peran Anda menjadi sangat penting dalam membantu istri Anda mengatasi sindrom pasca melahirkan yang mungkin dialaminya.
Bantu istri Anda setiap kali dia meminta bantuan Anda.
Bantu istri Anda tanpa menunggu dia minta bantuan terlebih dulu.
Bantu mengerjakan tugas rumah yang tidak sempat dikerjakan istri Anda
Terlibatlah secara aktif dalam mengasuh bayi Anda. Praktekkan apa yang sudah Anda pelajari!

Empat Gaya Komunikasi Suami Istri

Apakah Anda mempunyai hubungan yang harmonis dengan suami/istri? Sudahkah Anda sebagai pemilik Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia berkomunikasi secara baik dan terbuka dengannya? Jika semua jawaban adalah ‘tidak’, berarti ada yang salah dalam cara Anda berkomunikasi. Pasangan suami istri sebaiknya tidak membiarkan kondisi seperti ini berlarut-larut karena hal ini bisa membawa Anda ke masalah yang lebih besar.

Sebelum mengatasi masalah ini, Anda harus tahu terlebih dulu apa gaya komunikasi Anda sekarang. Berikut empat gaya komunikasi :

Gaya mengontrol.
Pasangan suami istri yang menggunakan gaya komunikasi ini biasanya tidak mau mendengarkan opini pasangannya dan cenderung untuk menghindari perbedaan pendapat. Contoh : jika istri memulai percakapan, suami tidak mau mendengar; malah memotong pembicaraan istri dengan berbicara lebih panjang lebar. Atau percakapan ini bisa menjadi pertengkaran dengan saling berteriak satu sama lain tanpa ada yang mau mendengar.

Dalam situasi ini, istri sebenarnya membutuhkan saran atau solusi, tidak hanya instruksi / perintah dari suami. Seorang ahli menyatakan bahwa suami istri yang menerapkan gaya ini tidak mau menghargai perasaan dan pendapat pasangannya serta cenderung untuk memaksakan kehendaknya sendiri. Bagi mereka, menjadi ‘yang paling benar’ adalah lebih penting daripada berusaha untuk menjaga keharmonisan hubungan.

Gaya konvensional
Tidak ada diskusi atau percakapan terbuka mengenai masalah-masalah penting pada suami istri yang menggunakan gaya ini. Suami atau istri cenderung untuk menghindari diskusi dengan mengalihkan perhatian ke hal lain yang tidak berkaitan.

Contoh: jika istri ingin membicarakan masalah anak, suami berusaha menghindar dengan mengalihkan topik pembicaraan ke hal lain yang sederhana seperti cuaca atau kegiatan sehari-hari. Seorang ahli mengatakan bahwa komunikasi yang terjadi hanyalah komunikasi semu dimana terjadi kurangnya penghargaan terhadap perasaan pasangan.

Gaya spekulatif
Suami istri umumnya sudah berpikiran terbuka untuk menerima dan menghargai ide dan pendapat pasangan, tetapi pengguna gaya ini biasanya menghabiskan waktu dengan lebih banyak saling bertanya daripada mengekspresikan perasaannya masing-masing. .

Contoh: suami mau mengajak istri untuk menemaninya dalam suatu perjalanan bisnis. Bukannya langsung mengajak istri, suami malah banyak bertanya dan berusaha menebak-nebak sendiri bagaimana perasaan dan keinginan istri. Pembicaraan berkembang menjadi saling bertanya dan biasanya berakhir begitu saja tanpa ada solusi yang jelas.

Dalam situasi ini, suami istri bukan hanya tidak mengekspresikan perasaan sebenarnya tetapi juga malah ‘berputar-putar’ di sekitar topik yang dibicarakan. Hal ini menyebabkan sering timbulnya kesalahpahaman antara suami istri.

Gaya Kontak Penuh
Gaya ini diterapkan suami istri yang mau mendengar dan menghargai opini pasangannya. Mereka tidak ragu untuk mendiskusikan setiap masalah penting dan mengekspresikan keinginannya masing-masing. Suami istri ini selalu berusaha untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan membina komunikasi yang terbuka dan saling menghargai.

Dari semua gaya komunikasi di atas, gaya kontak penuh adalah yang paling tepat untuk diterapkan oleh setiap pasangan suami istri yang ingin tetap menjaga keharmonisan dalam pernikahan mereka.

Jadi, apa gaya komunikasi Anda?

Aktivitas Seksual Menyehatkan



Menurut riset para ilmuwan, kegiatan seksual jika di lakukan dengan tepat dapat memberikan nilai tambah terhadap kualitas kesehatan. Pemilik Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia akan menyampaikan beberapa dampak positif kegiatan ini adalah :

1. Mempertahankan kecantikan dan kemolekan tubuh. Penelitian terhadap 700 responden wanita di Yunani menunjukan meningkatnya reproduksi dan tubuh menjadi lebih segar setelah melaksankanya. Hal ini tentunya merupakan modal untuk kecantikan tubuh.

2. Menghilangkan rasa nyeri pada sendi. Jika dilakukan dengan posisi, frekuensi, tempo dan saat yang tepat. Hubungan yang di lakukan dengan tenang, penuh konsentrasi dan kesabaran membuat perubahan otot di sekitar sendi.

3. Menguras hormon yang membuat tubuh menjadi lemah, sekaligus terapi meningkatkan hormon eforia, yaitu sumber tubuh menjadikan lebih bugar.

4. Menciptakan situasi menstruasi menjadi lebih baik. Hal ini tentunya merupakan modal untuk menciptakan sikap fleksibel dalam pergaulan.

5. Memacu denyut jantung menjadi lebih cepat yang berdampak pada peredaran darah lebih lancar sehingga dapat memberikan mutu gizi lebih lebih baik guna pelumasan atau melincinkan kulit.

6. Menyenyakan tidur, karena biasanya kegiatan seksual pada umumnya menguras banyak energi. Bagi penderita insomnia kegiatan ini dapat dijadikan alternatif terapi pengobatan.

7. Melangsingkan tubuh. Berdasrkan penelitian, kgiatan seksual selama 10 menit membutuhkan 200 kalori.

8. Meningkatkan hormon estrogen hingga 100%. Hal ini merupakan modal untuk membentuk tulang menjadi lebih kekar dan fleksibel.

27 Juni, 2009

Setelah Bayi Anda Lahir


Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia Mengucapkan: Selamat atas kelahiran bayi Anda! Beberapa ibu merasa sangat senang, tetapi sebagian lain tidak. Setelah melahirkan, cukup banyak ibu merasa tertekan, tidak bergairah, bingung, sedih, kecewa, cemas dan perasaan negatif lainnya - tanpa ada alasan yang jelas. Seorang ahli mengatakan bahwa perasaan tertekan ini sering terjadi pada ibu yang baru melahirkan.


Ada dua jenis sindrom pasca melahirkan: baby blue syndrome dan postpartum depression syndrome. Sindrom baby blue lebih ringan dan biasanya terjadi kurang dari satu minggu. Postpartum sindrom lebih berat dan dapat terjadi lebih dari 2 minggu atau bahkan berlangsung terus sampai beberapa bulan.

Sindrom pasca melahirkan tidak memiliki batas waktu kapan akan mengenai seorang ibu dan dapat terjadi pada setiap kelahiran bayi. Setiap perempuan dapat mengalami sindrom ini, walaupun Anda adalah seorang dokter, psikiater, profesor dll. Hal ini tidak ada hubungannya dengan rasionalitas seorang wanita.

Penyebab sindrom paling dominan adalah perubahan hormonal pada tubuh ibu. Perubahan fisik, kelelahan setelah melahirkan dan keraguan dalam menghadapi hal-hal baru bisa memperburuk kondisi seorang ibu. Anda mungkin masih ingat kepada aktris Amerika Serikat Brooke Shields yang pernah mengalami postpartum syndrome. Ia merasa sangat tertekan, sakit dan tidak dapat memenuhi kebutuhan bayinya hingga harus berkonsultasi dengan dokter dan ahli psikologi.

Sindrom ini bisa membuat seorang ibu merasa tidak tertarik atau sebaliknya sangat tertarik kepada bayi; terlalu khawatir atau terlalu memperhatikan; terlalu takut untuk menyakiti diri sendiri dan bayinya, tidak bisa tidur atau bahkan malah banyak tidur.

Untuk mengatasi sindrom Anda, berikut adalah tips yang dapat diterapkan setelah Anda melahirkan:

Jangan terlalu tegang dan stres, Anda harus mengambil waktu untuk bersantai. Harus cukup istirahat terlebih dahulu untuk memulihkan tenaga Anda.

Berbagi tugas rumah dan merawat bayi Anda dengan anggota keluarga lainnya

Batasi tamu yang datang jika Anda merasa tidak nyaman dengan terlalu banyak orang di rumah Anda

Lakukan kegiatan yang menyenangkan seperti mendengarkan musik, membaca buku, menonton film

Berkomunikasi secara terbuka dengan anggota keluarga lainnya, khususnya dengan suami. Jangan ragu-ragu untuk menjelaskan perasaan Anda kepada orang lain. Suami dan anggota keluarga lainnya harus mengetahui informasi tentang sindrom ini sebelumnya sehingga mereka dapat memberikan dukungan terbaik.

Konsultasikan kondisi Anda dengan seorang ahli jika kondisi Anda semakin memburuk.

Satu Organ dengan Banyak Nama

Seperti yang terjadi di banyak negara, sebagian besar orang tua enggan atau tabu untuk menyebut nama sebenarnya dari genital (alat kelamin) ke anak laki-lakinya. Sebagai orang tua, kita sering menggunakan nama lain untuk menyebutkan organ yang satu ini. Nama alias sangat bervariasi, biasanya tergantung pada budaya lokal di sekitar tempat tinggal kita seperti tetot, titit, pepeng, burung, dll. Seorang ahli dalam pendidikan anak usia dini mengatakan bahwa pengenalan nama sebenarnya dari genital harus disesuaikan dengan usia anak. Jika anak Anda masih di bawah lima tahun, Anda dapat memperkenalkan genital dengan menggunakan nama alias yang biasa digunakan dalam keluarga dan masyarakat setempat. Baca juga artikel Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia

Pada dasarnya, ini adalah sepenuhnya keputusan Anda sebagai orang tua jika ingin memperkenalkan nama genital yang sebenarnya. Lakukanlah dengan serius, jangan pernah menyebut nama genital sambil tertawa. Jika anak Anda bertanya mengapa genitalnya memiliki nama yang berbeda dengan temannya, Anda dapat dengan mudah mengatakan bahwa fungsinya sama untuk pipis tetapi memang ada cara-cara yang berbeda dalam menyebutkan namanya. Gunakan kata-kata sederhana dan jelas sehingga anak Anda dapat mengerti sepenuhnya apa yang Anda jelaskan.

Anak-anak di bawah tujuh tahun masih sulit untuk memahami penjelasan ilmiah. Jika anak Anda bertanya mengapa ada perbedaan antara genital anak laki-laki dan perempuan, Anda dapat memberikan penjelasan sederhana bahwa fungsinya tetap sama untuk pipis walaupun bentuknya berbeda.

Saya berharap artikel singkat ini dapat membantu Anda. Sebagai orang tua, Anda harus tahu cara untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak Anda. Setiap Anda hendak menjelaskan sesuatu, selalu pertimbangkan usia dan tingkat kemampuan anak Anda.

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP