14 Maret, 2011

Perjalanan Pulang Kampung

Saya baru bisa update blog nih, kemarin lusa saya baru datang dari kampung halaman sekaligus test drive "Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia". Tepatnya 2 hari 2 malam saya berada di sana. Saya tidak berangkat bersama istri, tapi dengan adik. Berangkat Kamis dini hari, saya menjemput adik saya dulu di rumah kakak di Jakarta Timur. Rencana awalnya sih mau pulang kampung ke Jawa Tengah dengan mengendarai mobil, tapi saya dengar kabar dari Radio Elshinta kalau jalan ke arah kampung saya masih terputus karena longsor.

Batal naik mobil, saya putuskan naik kereta Bogowonto AC ekonomi dari Stasiun Jatinegara. Murah meriah, cukup bayar Rp 70.000,-. Seperti naik Sawunggalih, tapi kondisi keretanya masih baru. Kereta berangkat jam 10 pagi. Perjalanan lancar. Memasuki Prupuk (stasiun terdekat kampung halaman) jam menunjukkan pukul 14.30. Biasanya, setiap pulang naik kereta, saya selalu turun di Stasiun Prupuk. Tapi Jum’at kemarin, karena jalur darat Prupuk ke kampung halaman terputus, kereta tidak berhenti dan terus ke Purwokerto. Terpaksa deh ngikut sampai Purwokerto. Sampai di Stasiun Purwokerto jam 15.50.

Perut terasa lapar banget, saya dan adik makan Soto Sukaraja di dekat Stasiun Purwokerto. Sayang sekali sotonya kurang enak, hanya asin aja yang terasa di mulut. Tapi karena perut lapar, apa boleh buat. Setelah perut terisi, kami siap melanjutkan perjalanan. Rencananya mau naik bis. Ternyata terminal Purwokerto sudah pindah lokasi dan karena saya tidak tau lokasi yang baru, kami putuskan untuk ngerental mobil yang akan mengantar kami ke sana. Ternyata ongkosnya murah, cukup bayar Rp 25.000,- saja untuk tujuan dalam kota. Saya kan jago nawar, dari Rp 50.000,- bisa jadi separonya, hehehe.

Sampai di terminal yang baru, kami menunggu bis besar jurusan Purwokerto-Tegal. Kampung halaman saya berada di antaranya. Setelah menunggu lebih dari setengah jam, bis yang ditunggu sama sekali tidak terlihat. Saya mengira bis jurusan ini tidak beroperasi hari itu karena jalur yang terputus. Sore itu sudah jam 16.30, akhirnya saya putuskan untuk naik taksi saja. Bayar borongan taksi Rp 150.000,- (hasil menawar dari harga Rp 250.000,-), kami sampai di rumah dalam satu jam.
Semua urusan di kampung halaman berjalan lancar, Alhamdulillah. Ketemu makanan khas kampung halaman ternyata bisa mengobati segala rasa lelah dalam perjalanan. Bubur petis, Soto Pak Jay, kupat gule, nasi adep-adep, tahu pletok, tempe mendoan, dan sogol. Hehehe, semua makanan enak tuh. Sayang saya hanya ingat motret kupat gule :)

Perjalanan kembali dari kampung halaman tidak ada masalah yang berarti. Sabtu siang, saya dan adik sudah ada di Stasiun Talok. Mencari kenyamanan, kami naik kereta Argo Lawu. Ngga apa-apa deh, walau harus bayar penuh (Rp 300.000,- per orang). Perjalanan sangat lancar, empat jam kemudian, kami sudah memasuki Stasiun Jatinegara.

Sabtu malam saya sudah sampai di rumah lagi, ketemu istri.

6 komentar:

roky Senin, Maret 14, 2011 11:13:00 AM  

wah,,,, asyik juga kayanya klo mudik kang, jadi kangen sama kampung nih...

Er'end Senin, Maret 14, 2011 11:18:00 AM  

Assalamualaikum! Meski saya juga merasa lelah mengikuti perjalanan Mas Rofi,namun saya turut bahagia.Alhamdulillah ku bersyukur semua urusan Mas lancar,tapi oleh2nya(poto) membuat perut keroncongan,hehehe!

Artya Senin, Maret 14, 2011 3:55:00 PM  

Balik nyang puertorico ko' aku ra diaja'i Mas.. lha mbok pisan-pisan melu nebeng

lina@home sweet home Rabu, Maret 16, 2011 3:16:00 AM  

Perjalanan pulang kampung yang seru ya Pak...
Lelah tapi tetap menyenangkan :)

ardiands Rabu, Maret 16, 2011 5:06:00 AM  

dah lama nh ga ngerasain mudik.....

John Kamis, Mei 18, 2017 2:21:00 AM  

louis vuitton outlet online
yeezy boost
ray ban sunglasses outlet
michael kors outlet store
yeezy boost
pandora jewelry outlet
polo ralph lauren outlet online
nike air max
michael kors handbags clearance
nfl jerseys
20170518yuanyuan

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP