20 September, 2011

Deteksi Anak Hiperaktif

Tanda-tanda anak hiperaktif sudah mulai terlihat pada saat balita, tapi orang tua sering mengabaikannya. Melihat buah hati yang lincah tentunya sangat menggembirakan. Tapi bila putri/putra Anda berlarian ke sana- ke mari tanpa tujuan jelas dan melakukan aktivitas lain secara berlebihan, Anda harus waspada.

Dunia kedokteran mengenal anak hiperaktif dengan sebutan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Mereka biasanya sangat aktif bergerak ke sana-ke mari, tidak bisa diam dan tidak mampu berkonsentrasi.

Perilaku anak hiperaktif ini sebenarnya sudah bisa dideteksi sejak awal. Dari bayi berusia 2 bulan hingga setahun, tanda-tanda itu sudah mulai muncul. Pada usia dua bulan, biasanya bayi sudah ada kontak mata dengan ibunya pada saat menyusui.

Lantas hingga usia enam bulan, bayi juga akan menoleh atau mencari suara jika dipanggil namanya. Setelah satu tahun, bayi Anda sudah bisa menunjuk dengan jarinya. Orang tua harus mulai curiga dan waspada jika bayi tak ada tanda-tanda itu.

Penyebab hiperaktif yang sebenarnya masih dalam penelitian. Disebutkan, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kekurangan neurotransmitter di otak. Hal ini terjadi karena kurangnya asupan zat besi yang sangat penting sebagai penyuplai transmitter di otak dan tubuh secara umum. Adapula kemungkinan faktor keturunan, ibu perokok dan pengguna narkoba, serta paparan racun pada lingkungan dan bahan makanan tambahan seperti pewarna dan pengawet.

Jika anak Anda telah terdeteksi hiperaktif, biasanya para dokter akan memberikan pengobatan secara klinis dan psikologis. Penanganan secara mental dilakukan dengan konseling atau terapi untuk mengurangi depresi dan gangguan konsentrasi, serta mengendalikan perilaku.

/image: serradinho.com/

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP