27 Februari, 2011

Sarapan Menunjang Prestasi Anak




Anak yang tidak sarapan akan mengalami kekosongan lambung selama 10-11jam (dihitung dari saat ia tidur malam). Maka tak heran kalau anak akan merasakan lapar sekitar pukul 09.00-10.00. Akibatnya, kadar gula pada tubuh anak menjadi berkurang. Berkurangnya kada gula akan menimbulkan ketidak seimbangan saraf pusat yang sering di ikuti perasaan pusing akut, badan gemetar dan otot-otot menjadi lemah. Dalam keadaan seperti ini, anak akan mengalami kesulitan selama menerima pelajaran. Semangat belajarpun akan menurun secara drastis, bahkan kecepatan reaksinyapun akan sangat berkurang.

Selain itu banyak orang tidak sadar bahwa sarapan itu punya andil dalam mengkontribusi 1/3 dari kebutuhan gizi dalam sehari. Maka dari itu peran orang tua, terutama ibu, sangat dituntut dalam membiasakan anak sarapan pagi. Hal ini guna terciptanya kondisi belajar anak yang diharapkan.

Caranya? Biasakan anak bangun pagi, sehinga cukup waktu untuk sarapan. Selain itu usahakan menu sarapan yang bervariasi agar menarik selera. Kalau ternyata anak kesiangan, bekali mereka dengan makan pagi. Hal lain yang juga perlu diingat adalah, jangan berikan uang jajan berlebihan, agar anak terlatih untuk pandai-pandai menyimpan uang atau menabung. Kunjungi juga artikel mengenai Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia

24 Februari, 2011

Jangan Diam Saja Menjadi Korban Tindak KDRT

Masalah dalam sebuah rumah tangga merupakan hal biasa yang dialami setiap keluarga. Lain halnya apabila masalah ini berindikasi terhadap terjadinya sebuah kekerasan yang dilakukan oleh salah satu pasangan tersebut. Biasanya peristiwa tindak kekerasan dilakukan oleh seorang suami terhadap istri. Meski demikian mungkin juga yang terjadi sebaliknya, seorang istri yang melakukan tindak kekerasan terhadap seorang suami (dalam hal ini memang sangat jarang sekali terjadi).

Beberapa pemicu terjadinya sebuah insiden dalam rumah tangga yang berujung terhadap tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), disebabkan oleh berbagai hal seperti diantaranya: perselingkuhan, ekonomi, kesalahpahaman, tuntutan salah satu pasangan untuk hal-hal tertentu yang diinginkan oleh salah satu pasangan dsb. Sekali lagi (menurut pandangan pribadi saya) beberapa hal tersebut sebetulnya hanya merupakan pemicu terjadinya KDRT. Adapun yang paling berpengaruh terhadap peristiwa tersebut, yaitu karena kurang dewasanya cara berpikir pelaku tindak KDRT.

Bagi seorang korban sebaiknya tidak terlalu buru-buru untuk menyimpulkan bahwa dirinya mengalami tindak KDRT. Apabila kekerasan terjadi hanya sesaat ataupun terjadi secara reflek (begitu saja muncul) ketika adanya sebuah masalah, bisa jadi hal ini hanya karena kekhilafan pasangannya semata. Apabila kekerasan tersebut terjadi secara berulang/sering, maka bisa jadi ini merupakan indikasi tindak KDRT yang sebenarnya. Jangan mudah menyimpulkan sebagai korban tindak KDRT, karena apabila kekerasan tersebut terjadi hanya sesaat kemudian langsung menyimpulkan bahwa ini adalah tindak KDRT dikhawatirkan menjadi kenangan buruk dalam perjalanan kehidupan rumah tangga di waktu mendatang.

Dalam posting blog saya kali ini, saya ingin mencoba menyampaikan beberapa langkah yang mungkin bisa dilakukan oleh seorang korban tindak KDRT. Sekali lagi saya tegaskan langkah ini lebih bersifat cara menghadapi, bukan mencegah terjadinya tindak KDRT.
Beberapa diantaranya yang mungkin bisa dilakukan saat terjadinya tindak KDRT adalah:
  • Pertama yang dapat dilakukan segera adalah, kembali ke rumah orang tua, lembaga perlindungan tertentu, atau menyembunyikan diri dengan tujuan memberikan pelajaran kepada pasangannya sampai pasangan menyadari. Ada baiknya hal tersebut dilakukan tetap dengan menjunjung tinggi hak pasangannya (si pelaku kekerasan). Tetap tinggalkan pesan kepada pelaku kekerasan, bahwa kepergian korban bertujuan untuk mendapatkan hak ketenangan dalam hidupnya.
  • Cobalah berusaha terbuka untuk menyampaikan permasalahan terhadap orang yang bisa dipercaya dan mempunyai kemampuan berpikir secara dewasa. Hal ini sangat penting, karena kalau salah orang, tentunya ini akan beresiko memicu permasalahan menjadi lebih rumit. Yang tidak kalah penting, sampaikan kronologis permasalahan tersebut dengan sebenar-benarnya. Hal ini agar tidak terjadi salah langkah ketika mengambil sebuah keputusan. Secara emosional biasanya seorang korban cenderung menutupi, mengurangi atau menyembunyikan apa yang menjadi kelemahan/kekurangannya ketika mendiskusikan dengan pihak lain.
  • Apabila langkah tersebut tidak dapat membawa hasil yang signifikan, cobalah meminta perlindungan terhadap RT/RW. Hal ini acapkali dipandang seperti aib rumah tangga bagi korban, meski sebenarnya ini merupakan hal yang wajar untuk semua yang hidup di tengah lingkungan/masyarakat. Sebaiknya korban menghindari membuka permasalahan dengan tetangga, karena hal tersebut dapat memicu terjadinya masalah baru baik dengan pasangannya ataupun pasangan dengan tetangga yang dijadikan tempat menampung keluhan korban. Bisa jadi malah bisa menjadikan fitnah.
  • Ketika korban sudah tidak lagi bisa mendapatkan perlindungan dari RT/RW dan posisinya semakin rentan, segeralah mengadukan kepada pihak yang berwenang seperti lembaga Mitra Perempuan, Komnas Perempuan atau aparat hukum. Hal ini bukan semata-mata hanya untuk menyelamatkan diri, tetapi juga diharapkan dapat menjadi shock teraphy untuk pasangan korban (si pelaku tindak KDRT).
  • Apabila semua langkah tersebut sudah diupayakan tetapi tidak membuahkan hasil, tidak ada hal lain kecuali mengharapkan mukjizat atau mengakhiri rumah tangga dengan si pelaku tindak KDRT. Berpikir realistis akan lebih baik dibandingkan dengan mengedepankan perasaan yang terus menerus menimbulkan luka. Meskipun keputusan ini berat untuk dilaksanakan,tetapi setidaknya korban terhindar dari resiko fisik atau juga tekanan mental yang dapat berakibat tidak baik terhadap kehidupannya.
Artikel ini di tulis berdasarkan pemikiran/opini pribadi saya sebagai pemilik blog. Apabila semua pemikiran tersebut tidak berkenan bagi pembaca setidaknya ini dapat menjadi rambu bagi para calon pasangan yang akan menikah. Berumah tangga membutuhkan kematangan dalam berpikir dan sikap toleransi. Untuk itulah sebelum memutuskan menikah, pastikan cara berpikir calon pasangan kita. Janganlah kita dibutakan oleh rasa cinta yang terkadang membuat kita terperangkap dalam lingkaran berbagai permasalahan yang dapat berujung terjadinya tindak KDRT kelak.


Catatan penting bagi para korban tindak KDRT

Konseling dan Hotline


Program ini melayani pengaduan dan pendampingan bagi perempuan yang mengalami kekerasan, khususnya kekerasan domestik, melalui konsultasi telepon atau tatap muka yang dijamin kerahasiaannya serta memberikan akomodasi sementara, advokasi, dan dukungan kepada perempuan tanpa dipungut biaya apapun.

Kantor Layanan Mitra Perempuan:

Jakarta (021) 837 90010

Jalan Tebet barat dalam IV B No. 23, Jakarta Selatan 12810.
Senin – Sabtu: Jam 08.00 – 17.00 WIB

Tangerang (021) 741 2149
Jalan Kemuning 912, Perumahan Bukit Nusa indah Ciputat, Tangerang.
Senin – Jumat: Jam 09.00 – 16.00 WIB

Bogor (0251) 833 1418
Jalan Dalurung I No. 5, RT. 02 / RW. 07, Kelurahan Bantar Jati, Bogor.
Senin – Jumat: jam 09.00 – 16.00 WIB

Jangan ragu memanfaatkan layanan lembaga ini sebagai pendamping korban tindak KDRT.

23 Februari, 2011

Kurangi Resiko Paparan Racun di Rumah

Kesehatan dimulai dari rumah. Kalau rumahnya sehat, niscaya penghuninya juga sehat. Ternyata rumah kita bisa mengandung racun lho. Demi kesehatan orang-orang yang Kawan sayangi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi paparan racun di rumah.


Cat Dinding
Gunakan cat berbahan dasar susu, air atau tanah liat. Pilihan lainnya, cat bioshield yang dibuat khusus untuk anak-anak yang berbakat alergi. Setelah pengecatan, pastikan cat sudah betul-betul kering dengan sempurna, dengan kisaran waktu 3 hari atau satu minggu, baru ditempati rumah tersebut.

Furniture Kayu
Pilih kayu solid atau steel. Jika terpaksa harus menggunakan tripleks atau kayu partikel, pastikan furniture sudah kering sempurna ketika digunakan. Jangan melukai tripleks atau kayu partikel (bongkar pasang paku, dll) karena paparan zat formaldehid dapat terjadi jika paru-paru kayu terbuka.

Dapur
Batasi peralatan yang menggunakan teflon. Saat bereaksi dengan panas dan api yang dihasilkan oleh kompor gas, senyawa perfluorooctanoic acid (PFOA) dapat memicu kanker. Untuk mengurangi resiko, letakkan kompor di lokasi yang dekat dengan ventilasi udara.

Wallpaper
Pilih yang berbahan kertas dan hindari penggunaan lem yang mengandung arsenik. Disinyalir lem yang mampu menghasilkan gelatin tersebut menyuburkan jamur. Dalam kelembaban tinggi, jamur tersebut dapat berkembang subur dan menghasilkan gas berbahaya.

Tanaman
Letakkan tanaman di dalam ruangan untuk meminimalisir karbondioksida. Sebaiknya ketika malam keluarkan tanaman tersebut, karena justru pada saat malam menghasilkan karbondioksida. Gunakan pupuk kompos atau hindari pupuk kimia.

Garasi atau carport
Jangan memanaskan mesin mobil di dalam garasi (knalpot menghadap rumah), agar karbonmonoksida dan timbal yang terkandung dalam asap tidak masuk ke dalam rumah. Selalu hadapkan knalpot mobil ke arah luar rumah!
Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia


sumber: Nirmala & sunbizenergysolutions.com

20 Februari, 2011

Jangan Ragu untuk Minta Maaf!

Blog ini sudah lama tidak saya up date, setelah kami memiliki "Mobil Keluarga Terbaik Di Indonesia" bahkan bisa dibilang saya biarkan begitu saja. Entah kenapa pastinya, kemarin saya ingin menengok blog ini. Ternyata, masih ada pengunjung yang bersedia singgah di blog sederhana ini.

Tiba-tiba timbul rasa sayang kalau blog ini dibiarkan begitu saja. Akhirnya saya putuskan untuk meng-update dan sekalian mengganti domainnya. Mungkin ini untuk menghapus rasa bersalah karena saya sudah meninggalkan blog ini sekian lama.

Kali ini saya akan mengulas sedikit tentang minta maaf. Jika memang Kawan sudah melakukan suatu kesalahan, jangan ragu untuk meminta maaf. Pernyataan penyesalan yang dinyatakan secara tepat dan pantas dapat mengurangi stres psikologis dan fisiologis, mulai dari bernapas lega sampai perasaan ringan di hati.

Pernyataan penyesalan bisa menjauhkan Kawan dari penyakit-penyakit yang berhubungan dengan stress (dari penyakit jantung sampai sakit kepala). Penulis buku The Silver Pearl: Our Generation’s Journey to Wisdom- Carol Orsborn- memberikan tip untuk minta maaf sebagai berikut:

  • Jelaskan kesalahan Kawan. Perlu disadari juga bahwa berbuat kesalahan adalah bagian dari kehidupan manusia. Ada saat-saat dalam kehidupan kita dimana kesalahan tidak mungkin kita hindarkan. Ya kan?

  • Sedapat mungkin lakukan koreksi. Coba perhatikan situasi, apakah masih bisa dilakukan perbaikan? Apakah tepat jika dilakukan koreksi pada situasi saat itu?

  • Mulailah dari dalam diri sendiri. Suatu permohonan maaf atau pernyataan penyesalan hendaknya murni dari lubuk hati Kawan. Lakukan setelah Kawan memikirkannya dengan matang dan memaafkan diri Kawan sendiri untuk kesalahan tersebut.
Meminta maaf memang sangat bermanfaat!

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP