29 September, 2011

Polusi Udara dan Serangan Jantung

Bersiaplah pakai masker kalau Anda sering berjalan kaki atau berada di jalan penuh polusi udara. Penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal menyimpulkan, berjalan kaki di jalan yang penuh polusi udara bisa meningkatkan risiko serangan jantung hingga 5 persen dalam enam jam setelah terpapar.

Peneliti melakukan analisis terhadap 79.288 kasus serangan jantung pada 2003-2006 dengan menghitung kadar polusi yang dihadapi para pasien.

Krishnan Bhaskaran, ahli epidemiologi dari London School of Hygiene and Tropical Medicine dan timnya, menggunakan data dari National Air Quality Archive untuk menginvestigasi kadar polusi saat serangan jantung terjadi.

/DAILYMAIL/
/image:google/

24 September, 2011

Berhenti Merokok Bisa Tingkatkan Daya Ingat

Anda merokok dan merasa sering lupa akhir-akhir ini? Silakan simak artikel berikut. Berhenti merokok tidak hanya baik untuk kesehatan Anda, tapi juga bagus untuk daya ingat.

Riset yang dilakukan peneliti dari Northumbria University di Inggris ini mengungkap bahwa berhenti meroko dapat mengembalikan daya ingat harian hingga tingkat yang sama seperti yang dimiliki orang bukan perokok.

Akademisi dari Collaboration for Drug and Alcohol Research Group di Northumbria University melakukan tes memori terhadap 27 perokok, 18 orang yang telah berhenti merokok, dan 24 orang tak pernah merokok. Mereka diminta mengingat tugas yang diberikan ketika sedang menjalani tur di kampus.

Para partisipan diberi daftar 15 lokasi di sekitar kampus dan harus melaksanakan satu tugas di setiap lokasi. Misalnya, ketika di perpustakaan, mereka harus mengecek ponsel atau menanyakan tarif keanggotaan ketika berada di pusat kebugaran.

Perokok hanya mengingat 59 persen tugas, orang yang berhenti merokok mengingat 74 persen, sedangkan orang bukan perokok mengingat 81 persen tugas yang diberikan.

Dalam studi yang akan dipublikasikan dalam jurnal Drug and Alcohol Dependence tersebut, Tom Heffeman dari Collaboration for Drug and Alcohol Research Group, mengatakan, manfaat berhenti merokok bagi kesehatan telah lama diketahui.

Meski belum jelas bagaimana merokok dapat dapat menganggu daya ingat, riset ini memperlihatkan bahwa kebiasaan merokok berhubungan dengan kerusakan atau atrofi pada bagian otak. Peneliti berhipotesis bahwa merokok dapat merusak area otak seperti prefrontal cortex, hippocampus, atau thalamus. Semua wilayah itu berperan penting dalam memori prospektif.

/SCIENCEDAILY/
/image:templates.com/

20 September, 2011

Deteksi Anak Hiperaktif

Tanda-tanda anak hiperaktif sudah mulai terlihat pada saat balita, tapi orang tua sering mengabaikannya. Melihat buah hati yang lincah tentunya sangat menggembirakan. Tapi bila putri/putra Anda berlarian ke sana- ke mari tanpa tujuan jelas dan melakukan aktivitas lain secara berlebihan, Anda harus waspada.

Dunia kedokteran mengenal anak hiperaktif dengan sebutan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Mereka biasanya sangat aktif bergerak ke sana-ke mari, tidak bisa diam dan tidak mampu berkonsentrasi.

Perilaku anak hiperaktif ini sebenarnya sudah bisa dideteksi sejak awal. Dari bayi berusia 2 bulan hingga setahun, tanda-tanda itu sudah mulai muncul. Pada usia dua bulan, biasanya bayi sudah ada kontak mata dengan ibunya pada saat menyusui.

Lantas hingga usia enam bulan, bayi juga akan menoleh atau mencari suara jika dipanggil namanya. Setelah satu tahun, bayi Anda sudah bisa menunjuk dengan jarinya. Orang tua harus mulai curiga dan waspada jika bayi tak ada tanda-tanda itu.

Penyebab hiperaktif yang sebenarnya masih dalam penelitian. Disebutkan, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah kekurangan neurotransmitter di otak. Hal ini terjadi karena kurangnya asupan zat besi yang sangat penting sebagai penyuplai transmitter di otak dan tubuh secara umum. Adapula kemungkinan faktor keturunan, ibu perokok dan pengguna narkoba, serta paparan racun pada lingkungan dan bahan makanan tambahan seperti pewarna dan pengawet.

Jika anak Anda telah terdeteksi hiperaktif, biasanya para dokter akan memberikan pengobatan secara klinis dan psikologis. Penanganan secara mental dilakukan dengan konseling atau terapi untuk mengurangi depresi dan gangguan konsentrasi, serta mengendalikan perilaku.

/image: serradinho.com/

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP