30 Oktober, 2011

Tip Berobat Akupunktur

Anda tertarik mencoba terapi akupunktur? Tentu bisa dicoba, tapi sebelumnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Tahun 1996 Pemerintah menyatakan secara resmi akupunktur dapat diterapkan dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit, klinik kesehatan, dan puskesmas. Akupunktur dapat membantu mengatasi semua gangguan/penyakit karena kelainan fungsional, seperti penyakit nyeri, penyakit saraf, penyakit pernafasan, penyakit pencernaan, penyakit saluran kencing, penyakit ginekolog, alergi, gangguan psikologis, cedera olahraga.

Dr.dr. Koosnadi Saputra, MD,Sp.R, Kepala Laboratorium Akupunktur Puslitbang Yankes Depkes di Surabaya, mengingatkan perlunya memperhatikan beberapa hal berikut jika Anda bermaksud berobat akupunktur.

1.Tidak melakukan akupunktur jika sedang hamil, menderita radang di bagian kulit, atau menggunakan alat pacu jantung.

2.Gunakan jarum pribadi atau jarum sekali pakai, guna menghindari terjadinya penularan penyakit seperti hepatitis dan HIV/AIDS.

3.Waspada jika setelah mengalami akupunktur Anda mengalami infeksi, perdarahan, nyeri hebat, dan mengalami perlukaan organ dalam. Efek samping tersebut menandakan akupunkturis tidak mahir.

4.Carilah akupunkturis yang memiliki izin praktik dari Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten. Izin praktik biasanya dipasang di ruang praktik akupunktur.

5.Pengobatan akupunktur tidak dapat menghilangkan penyakit dalam satu waktu, dan umumnya memerlukan pengulangan pengobatan akupunktur beberapa kali. Hal ini karena prinsip kerja akupunktur adalah membangkitkan daya tahan tubuh agar tubuh mampu melakukan penyembuhan diri sendiri.

6.Sebaiknya Anda berdiskusi dengan akupunkturis untuk mendapatkan penjelasan tentang penyakit yang ditemukan, rencana pengobatan, dan skedul pengobatan. Dengan demikian, Anda dapat lebih memahami pentingnya terapi akupunktur secara serial (berulang sekian kali atau paket) untuk mendapatkan kesembuhan.
/NIRMALA/
/image:clipartof.com/

23 Oktober, 2011

Hubungan antara Jantung dan Pikiran Anda

Stres dianggap berperan atas terjadinya hipertensi dan penyakit jantung. Untungnya, pada tahun 1974, Dr. Herbert Benson dan koleganya dari Harvard Medical School dapat menemukan hubungan positif pada sekelompok orang yang mempraktikkan Transcendental Meditation. Namun secara general, meditasi, membayangkan (imagery), do'a dan latihan pernafasan jenis apa pun bisa dianggap dapat membantu proses penyembuhan penyakit jantung.

Pola perubahan itu merupakan kondisi kebalikan dari respons akibat stres. Misalnya, menurunkan tekanan darah, kecepatan nafas, debar jantung, konsumsi oksigen, aliran darah ke otot kepala, intensitas keringat, dan ketegangan otot secara umum. Jurnal Hypertension pun menyebutkan, kemampuan relaksasi dalam menurunkan hipertensi sama baiknya dengan efek yang diberikan oleh obat.

Langkah pertama relaksasi adalah melakukan meditasi. Ada banyak variasi meditasi. Yang penting, lakukanlah di tempat yang tenang, di mana Anda dapat duduk diam, tanpa terganggu, dan dalam posisi nyaman selama 15-20 menit. Selanjutnya, hanya ada dua langkah.

Langkah pertama, fokuskan perhatian pada satu hal, yang membuat sadar tentang keberadaan Anda saat itu. Bisa dengan memfokuskan pada satu kata, bunyi, kalimat, atau do'a yang diucapkan teratur berulang kali. Bisa pula dengan memperhatikan dan merasakan setiap kali menarik atau membuang nafas.

Langkah kedua adalah jika pikiran Anda sempat berkelana ke mana-mana, memikirkan satu hal. Perlahan-lahan, tarik kembali pikiran ke fokus perhatian.

Pendekatan lain untuk relaksasi adalah dengan relaksasi progresif. Di sini tubuh yang merupakan jaringan dari sekelompok otot menjadi fokus perhatian. Anda dapat melakukannya dengan berbaring atau duduk. Mulailah dengan otot-otot kaki, fokuskan perhatian pada setiap otot selama sekitar satu menit atau dalam sepuluh hitungan, lalu berpindah ke otot berikutnya, makin lama makin ke atas.

Dari kaki ke paha, pantat, punggung belakang, perut, dada, bahu, lengan atas, lengan bawah dan tangan, kemudian leher, lalu akhirnya wajah dan kepala. Saat melakukan fokus tersebut, bayangkan Anda menarik nafas untuk otot bagian tersebut, lalu saat membuang nafas, Anda seakan menyingkirkan pula ketegangan di bagian itu.

Pendekatan lainnya adalah dengan membayangkan. Untuk ini Anda perlu membayangkan bahwa perubahan yang diinginkan benar-benar terjadi. Misalnya membayangkan otot yang kencang sebagai balok es, sehingga pada saat Anda menghembuskan nafas hangat di daerah tersebut, balok es itu perlahan-lahan meleleh. Demikian pula dengan ketegangan di bagian tersebut, menjadi lebih santai, lentur, dan hangat. Saat itulah nutrisi dapat diserap, sedangkan za-zat yang tidak diperlukan -seperti lemak dan plak- disingkirkan dan dibuang dari tubuh.

Proses penyembuhan semacam ini tidak berlangsung instan. Hasil terbaik hanya didapat bila Anda melakukannya dengan setia dan teratur. Tertarik untuk mencoba?

/image:prestoncottrell.wordpress.com/

09 Oktober, 2011

Tidur Siang yang Bermanfaat

Untuk kesehatan Anda, para ahli sepakat bahwa orang dewasa harus tidur minimal 7-8 jam sehari semalam. Namun kesibukan sering kali memaksa kita untuk tidur malam kurang dari jam tersebut. Sebagai gantinya, sebenarnya kita bisa tidur siang sejenak.
Tapi orang sering salah kaprah dan menganggap negative kegiatan yang mungkin hanya butuh waktu beberapa menit ini. Berikut ini beberapa hal penting tentang tidur siang. Yuk disimak:

-Tidur siang membantu kita tetap fokus. Tidur selama 20-30 menit dianggap cukup untuk mengembalikan kesegaran otak.

-Tidur siang bisa mengurangi resiko serangan jantung.

-Waktu ideal tidur siang adalah pukul 14.00-16.00. Para peneliti meyakinkan kebiasaan tidur siang pada waktu ini tidak akan menganggu pola tidur malam. Tapi sebaliknya, jangan mencoba untuk tidur pada pukul 17.00-18.00, jika tak ingin pola tidur malam jadi berantakan. Namanya juga sudah jadi tidur sore, bukan tidur siang lagi…

-Jika merasa terlalu lelah, gunakan alarm untuk membuat tidur siang tidak terlalu berlarut-larut. Sebab, terlalu khawatir tidur siang akan kebablasan biasanya malah akan membuat sulit memejamkan mata.

-Jika sudah tidur siang, tapi masih merasa lelah, temui dokter. Gejala ini bisa mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih besar.

-Ciptakan suasana nyaman untuk tidur siang Anda.

/image: articles.nydailynews.com/

03 Oktober, 2011

Anak Anda Sudah Siap Tinggalkan Popok?

Secara umum, buah hati Anda mulai siap berlatih menggunakan toilet saat berusia 14-18 bulan. Tapi ada kalanya anak masih betah pakai popok hingga berusia 2-3 tahun.

Sebagai orang tua, Anda sebaiknya bisa melihat kecenderungan Anak untuk mulai belajar menggunakan toilet saat Anak Anda menunjukkan sikap:

1.Kelihatan mulai ngga betah dengan popok basah atau kotor dan menunjukkan atau membicarakan ketidaknyamanannya.
2.Kelihatan tertarik menggunakan toilet.
3.Mulai mengatakan ingin menggunakan toilet sendiri.
4.Memahami dan bisa mengikuti arahan sederhana untuk menggunakan toilet.
5.Bisa tidak mengotori popoknya dalam waktu dua jam atau lebih lama dalam satu hari.
6.Terbangun dari tidur siang saat popoknya basah.
7.Bisa melepas popok atau celananya dan memakainya kembali sendiri.
/TEMPO/

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP