10 Agustus, 2012

Menyucikan Pikiran dan Jiwa


/gambar:koranku.net/
Karena kesibukan offline, blog ini sudah lama tidak diupdate nih.  Walaupun kita sudah memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, saya masih ingin posting tentang puasa, mudah-mudahan bermanfaat.

Tak hanya dari makanan, udara dan sisa metabolisme, toksin juga berasal dari stress, pikiran dan emosi negatif; karena itu kita perlu membersihkan pikiran dan emosi kita. Alhamdulillah, puasa bisa berefek membersihkan diri seutuhnya, lahiriah dan batiniah, karena konteks puasa dalam arti luas berarti menghindari dan membuang semua hal yang bersifat racun bagi pikiran, tubuh dan jiwa.  

Puasa yang dilakukan dengan niat kuat, akan memberikan manfaat bagi tubuh, pikiran dan jiwa. Dengan berniat puasa, kita pasrah tidak makan, maka pencernaan pun bisa beristirahat. Jika kita berpuasa tanpa niat, otak kita tidak siap untuk berpuasa. Otak dan tubuh menjadi tidak sinkron, sehingga yang timbul justru rasa lapar dan lemas. Kalau Anda berpuasa dengan benar, kita merasakan lapar hanya pada 3-4 hari pertama puasa.

Sayf Al Din, seorang sufi, menyatakan bahwa melalui rasa lapar, hakikat amarah dan nafsu dilemahkan, karena hawa nafsu dan amarah mendapatkan energinya dari makanan. Dengan berpuasa, kita belajar mengendalikan emosi, belajar berjiwa ikhlas dan berperilaku jujur dalam segala aspek kehidupan.

Hubungan puasa dan amarah ini sifatnya timbal balik; marah, iri hati dan stres bisa menguras energi dan secara perlahan akan meracuni tubuh, pikiran dan jiwa. Karena inilah kita dianjurkan untuk menenangkan diri dengan banyak berdo’a dan berzikir. Berpuasa adalah kesempatan terbaik untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Puasa tidak hanya membersihkan toksin, tapi juga meningkatkan aliran energi di dalam tubuh, termasuk energi spiritual. Dengan sering berpuasa, kita akan semakin mudah berasimilasi dengan energi tertinggi yaitu energi Illahi. Semakin sering kita bersentuhan dengan energi Illahi, maka kita akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan, jasmani dan rohani.

Efek spiritual puasa akan lebih kuat bila disertai dengan kegiatan yang bertujuan untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Tuhan, seperti berdo’a, berzikir dan shalat. Metoda relaksasi seperti meditasi juga baik dilakukan pada saat berpuasa.

Sumber:Nirmala  

5 komentar:

Rawins Sabtu, Agustus 11, 2012 12:57:00 PM  

malah bagus kang posting puasa menjelang akhir
soalnya yang lain dah mulai beralih pikir posting baju lebaran

Diary Online Minggu, Agustus 12, 2012 11:02:00 AM  

Mantep Nih Kang Artikel Nya,ijin Nyimak

Motamatika Selasa, Agustus 14, 2012 6:00:00 PM  

Selamat berpuasa menjelang lebaran :D

alisze Senin, Agustus 20, 2012 4:53:00 PM  

izin menyimak aja kang, bagus postingannya

TiranaAduka Jumat, September 21, 2012 11:32:00 AM  

yah ..saya jaga sahabat..ini bru bisa online

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP