30 Agustus, 2012

Jadwal Detoks Rumah


/image:kci.org/

Mudik dan Hari Raya Idul Fitri baru saja berlalu. Selama bulan puasa yang sudah kita lewati, badan kita sudah mengalami detoks.  Jangan lupa, rumah juga perlu detoks lho. World Health Organization (WHO) mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa polusi udara di dalam rumah merupakan masalah kesehatan serius.

Jenis polusi yang bisa ada di rumah Anda : polusi fisiologi, polusi kimia dan polusi mikroorganisme. Polusi fisiologi disebabkan oleh ventilasi dan sirkulasi udara yang tidak baik, karpet yang tidak terawat, tembok yang berdebu, hingga paparan gelombang elektromagnetik dari perlengkapan elektronik di rumah Anda.

Polusi kimiawi bisa berasal dari kompor yang tidak tepat posisinya. Nitrogendioksida yang terbentuk merupakan zat beracun yang harus diwaspadai. Exhaust fan tidak menjamin asap dan cemaran karbondioksida terserap sempurna. Sumber polusi lainnya bisa berasal dari lem di perabotan kayu yang mengandung zat pemicu kanker formaldehid.  Kalau Anda menggunakan wallpaper, waspadai lem untuk menempel wallpaper yang mengandung zat arsenik. Zat ini menghasilkan gelatin yang bisa menyuburkan perkembangan jamur Scopulariasis brevicaulis. Pada saat ruangan dalam kelembaban  tinggi, jamur ini bisa bertambah banyak dan menghasilkan gas berbahaya.

Polusi mikroorganisme adalah penyebaran bakteri, virus dan jamur di dalam ruangan. Salah satu penyebabnya adalah AC yang tidak dirawat dengan baik.

Sebagian besar efek polusi ruangan baru terasa dalam jangka panjang karena ada efek akumulasi dalam tubuh. Keluhan jangka pendek lebih sering disebut sebagai sick building syndrome. Gejala tidak khusus, penderita bisa merasa pusing, sakit kepala, pegal, meriang, lemas, kaku otot atau seperti gejala flu.

Jadwal Detoks Rumah
Setiap hari :
-lap, sapu dan pel rumah beserta isinya.  
-buka pintu dan jendela di pagi hari
-keluarkan tanaman dari rumah di malam hari

Seminggu sekali :
-lap seluruh dinding rumah dengan lap basah
-ganti seprei dan taplak meja
-bersihkan kulkas dan microwave

Sebulan sekali:
-cuci tirai dan karpet
-bersihkan lubang angin
-servis AC, ceiling fan dan exhaust fan
-bersihkan sarang laba-laba dan kolong tempat tidur

Dua bulan sekali:
-periksa saluran pembuangan rumah dan septic tank

Sumber tulis ulang : Nirmala.

10 Agustus, 2012

Menyucikan Pikiran dan Jiwa


/gambar:koranku.net/
Karena kesibukan offline, blog ini sudah lama tidak diupdate nih.  Walaupun kita sudah memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, saya masih ingin posting tentang puasa, mudah-mudahan bermanfaat.

Tak hanya dari makanan, udara dan sisa metabolisme, toksin juga berasal dari stress, pikiran dan emosi negatif; karena itu kita perlu membersihkan pikiran dan emosi kita. Alhamdulillah, puasa bisa berefek membersihkan diri seutuhnya, lahiriah dan batiniah, karena konteks puasa dalam arti luas berarti menghindari dan membuang semua hal yang bersifat racun bagi pikiran, tubuh dan jiwa.  

Puasa yang dilakukan dengan niat kuat, akan memberikan manfaat bagi tubuh, pikiran dan jiwa. Dengan berniat puasa, kita pasrah tidak makan, maka pencernaan pun bisa beristirahat. Jika kita berpuasa tanpa niat, otak kita tidak siap untuk berpuasa. Otak dan tubuh menjadi tidak sinkron, sehingga yang timbul justru rasa lapar dan lemas. Kalau Anda berpuasa dengan benar, kita merasakan lapar hanya pada 3-4 hari pertama puasa.

Sayf Al Din, seorang sufi, menyatakan bahwa melalui rasa lapar, hakikat amarah dan nafsu dilemahkan, karena hawa nafsu dan amarah mendapatkan energinya dari makanan. Dengan berpuasa, kita belajar mengendalikan emosi, belajar berjiwa ikhlas dan berperilaku jujur dalam segala aspek kehidupan.

Hubungan puasa dan amarah ini sifatnya timbal balik; marah, iri hati dan stres bisa menguras energi dan secara perlahan akan meracuni tubuh, pikiran dan jiwa. Karena inilah kita dianjurkan untuk menenangkan diri dengan banyak berdo’a dan berzikir. Berpuasa adalah kesempatan terbaik untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Puasa tidak hanya membersihkan toksin, tapi juga meningkatkan aliran energi di dalam tubuh, termasuk energi spiritual. Dengan sering berpuasa, kita akan semakin mudah berasimilasi dengan energi tertinggi yaitu energi Illahi. Semakin sering kita bersentuhan dengan energi Illahi, maka kita akan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan, jasmani dan rohani.

Efek spiritual puasa akan lebih kuat bila disertai dengan kegiatan yang bertujuan untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Tuhan, seperti berdo’a, berzikir dan shalat. Metoda relaksasi seperti meditasi juga baik dilakukan pada saat berpuasa.

Sumber:Nirmala  

  © Blogger template 'Isolation' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP